Katedral Pontianak - Santo Yosef: Gereja Santo Fransiskus Asisi - Singkawang: Paroki Santo Agustinus - Sungai Raya: Gereja Santo Yosef - Bontang: Gereja Santo Lukas - Temindung: Gereja Santo Yusup - Ambarawa: Paroki Santo Yusup - Gedangan: Gereja Stella Maris - Jepara: Katedral Maumere - Paroki Santo Yoseph: Gereja Santo Eugenius - Berau, Kaltim St. Fransiskus adalah seorang santo yang luar biasa. Ia adalah pendiri Ordo Fransiskan (O.F.M. = Ordo Fratrum Minorum = Ordo Friars Minor = Ordo Saudara-saudara Hina-dina) yang sampai saat ini masih terus tumbuh dan berkembang. Fransiskus dilahirkan di kota Assisi, Italia pada tahun 1181. Pada 18 Juni 2015, Paus Fransiskus membuat gebrakan dengan mempublikasikan ensiklik Laudato Si. Perlu diketahui bahwa Laudato Si adalah dokumen ajaran sosial Gereja. Keputusan mempercepat kelahiran Laudato Si merupakan komitmen Paus Fransiskus menanggapi persoalan lingkungan hidup, mencakup keadilan sosial dan spiritual. [1] Meninggal = Kembali ke Rumah Bapa. Seorang nenek yang telah berusia senja berulang kali mematut-matut dirinya dengan baju kebayanya yang baru di depan cermin. Setelah merasa puas, sambil tersenyum sang nenek menyimpan kembali kebayanya dengan rapi dalam almarinya. Tetapi anehnya kebaya itu belum pernah dipakainya. Adegan ini dilihat oleh cucunya. Santo Fransiskus dicatat dalam sejarah sebagai pemimpin agama Katolik yang berhasil menjalin dialog dengan pemimpin agama Islam pada masa Perang Salib yang kelima. Tahun 1219, Santo Fransiskus dari Asisi pergi ke kota pelabuhan Tamiat atau Dumyat yang merupakan muara Sungai Nil menuju Laut Mediterania. Saat itu adalah masa gencatan senjata. Vd4BVQU.

gereja katolik santo fransiskus asisi