A. KESIMPULAN 1. Ibu hamil yang mengalami anemia pada bulan September, Oktober, November pada tahun 2018 sebesar 27,8%. 2. Sebagian besar ibu hamil anemia berada pada umur berisiko. 3. Sebagian besar ibu hamil anemia adalah ibu hamil berpendidikan tinggi. 4. Sebagian besar ibu hamil anemia adalah ibu hamil yang tidak bekerja. 5.
Definisi Penyakit Anemia adalah kadar hemoglobin yang lebih rendah dari 11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, dan kurang dari 10,5 g/dL pada trimester kedua. (Cunningham,2009).Anemia adalah suatu defisiensi sel darah merah baik secara kualitas maupun kuantitas, yang menyebabkan penurunan kadar oksigen yang tersedia dalam darah untuk proses
Berdasarkan klasifikasi WHO kadar hemoglobin pada wanita hamil dapat dibagi 3 kategori yaitu (Manuaba, 2002): ii 1) Anemia Ringan : Kadar Hb 9 – 11 gr% 2) Anemia Sedang : Kadar Hb 7 – 8 gr% 3) Anemia Berat : Kadar Hb < 7 gr% D. Etiologi anemia 1.
kejadian ibu hamil anemia sebesar 41,5%. Hal tersebut menunjukkan anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Rawat Inap karena prevalensinya yang lebih dari 40% (Kemenkes RI, 2013). Salah satu faktor dasar yang menyebabkan anemia adalah pengetahuan.
Sementara itu untuk ibu hamil jumlah kadar HB normalnya adalah: Trimester pertama: minimal 11 gram per desiliter. Trimester ke-2: minimal 10,5 gram per desiliter. Trimester ke-3: minimal 11 gram per desiliter. Jika HB ternyata di bawah angka tersebut maka bumil sedang mengalami anemia yang umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi serta
4F4E1.
kesimpulan anemia pada ibu hamil