Fluburung sempat menjadi wabah yang menggemparkan di Indonesia pada tahun 2003, menyerang di semua daerah dan di hampir semua jenis unggas, yang paling banyak di serang tentunya adalah ayam dan kalkun. Tidak mengherankan penyakit ini membuat gempar karena penyakit ini menular dan menyebabkan kematian pada ternak hingga mencapai 80% bahkan
BEFhanya menyerang sapi dan kerbau dan tidak dapat menulari dan menimbulkan penyakit pada hewan lain. Sapi/ kerbau yang terserang penyakit ini akan sembuh kembali beberapa hari kemudian (2 - 3 hari). Angka kematian sangat kecil sekali tidak sampai 1 % tetapi angka kesakitan tinggi.
PENYAKITPENYAKIT PADA AYAM ADU DAN OBATNYA. AYAM LUMPUH. Ada banyak jenis penyakit yang menyerang unggas dan setiap penyakit punya vaksin sendiri. Pemberian vaksin sebaiknya sejak Ayam kita berumur 1 minggu dan di lakukan secara berkala dan sesuai dosis. Vaksin adalah bibit penyakit yang sudah di lemahkan yang di suntikkan kedalam tubuh
DOKTERUNGGASCOM - Berbagai macam obat sudah lazim digunakan dalam dunia perunggasan guna mengatasi penyakit yang menyerang ayam. Jenis obat yang umum digunakan antara lain antibiotik (antibakterial), anthelmintik (obat cacing) dan antiprotozoa. Merk yang beredar pun beragam.
Penyakitayam akibat virus lebih berbahaya dan mematikan dibandingkan dengan penyakit
tX19. Layaknya makhluk hidup lainnya, ayam juga bisa terserang oleh beberapa penyakit ringan bahkan yang mematikan, penyakit ayam bisa disebabkan oleh faktor lingkungan yang kurang mendukung, pakan ayam yang buruk dan ketahanan fisik ayam yang lemah. Penyakit ayam memang banyak sekali jenisnya, bahkan jika tidak ditangani dengan dengan benar penyakit dapat menyebar pada ayam lainnya, yang mengakibatkan kematian dalam jumlah yang banyak. Para ahli juga sudah banyak yang meneliti dan menemukan solusinya. Berikut beberapa jenis penyakit ayam, penyebabnya dan cara untuk mengatasinya Penyakit Tetelo Pada AyamPenyakit tetelo ini sering juga disebut dengan pes, pileren, cekak atau sampar, penyakit yang cukup mematikan dan bahkan dalam satu kandang bisa mati jika tidak segera ditangani. Penyakit tetelo tidak mengenal umur, baik ayam kecil maupun dewasa juga bisa Penyakit Tetelo Pada Ayam Penyakit ini pertama kali ditemukan pada tahun 1926 oleh orang inggris yang bernama Doyle, walaupun di penjuru dunia penyakit ini juga sudah ada, pada tahun yang sama penyakit tetelo juga ditemukan di bogor oleh Kraneveled. Dari hasil penelitian, penyakit tetelo disebabkan oleh virus Paramyxo dengan penyebaran melalui udara. Gejala Penyakit Tetelo Pada Ayam Pada awal ayam akan terlihat lesu, batuk-batuk, sulit bernafas yang kemudian sayap akan terkulai ke bawah dan pada kondisi benar-benar terserang, leher ayam akan terpelintir dengan kepala menghadap ke atas dengan tinja encer berwarna hijau, terkadang juga bercampur darah. Obat Penyakit Tetelo Pada Ayam Untuk saat ini penyembuhan tetelo pada ayam masih belum bisa diobati secara pasti, namun masih bisa diatasi dengan cara mencegahnya menggunakan vaksin yang baik. Jenis vaksin ND sebaiknya diberikan sesuai dengan dosisnya supaya tidak berdampak kepada anak ayam. Selain itu usahakan sebelum mencampur ayam, pastikan tidak ada ayam yang terserang virus, kebersihan kandang juga perlu diperhatikan dan melakukan pemeliharaan dengan benar. Selain cara menggunakan vaksin, pencegahan maupun pengobatan tetelo bisa menggunakan bawang merah dan daun pepaya. Daun pepaya berkhasiat untuk membantu metabolisme, sehingga bisa meningkatkan kekebalan pada ayam. Pemberian daun pepaya pada ayam bisa dengan mengambil sarinya dengan mencampur menggunakan air bersih, kemudian diperas atau diblender. Lakukan dengan cara teratur satu hari sekali atau tiga hari sekali sampai ayam benar-benar sembuh atau terbebas dari Gumboro Pada AyamPenyakit gumboro atau bisa disebut dengan Infections bursal Diease, penyakit ini menyerang antibodi walaupun sudah di vaksin, bagian yang diserang adalah sistem pertahanan ayam, terutama pada Fabrakis dan Thymus. Penyakit Gumboro banyak menimbulkan kematian pada anak ayam dan pada ayam dewasa tidak menimbulkan kematian secara langsung namun sesudahnya juga bisa menyebabkan Penyakit Gumboro Pada Ayam Penyakit Gumboro disebabkan oleh jenis virus red yang mempunyai struktur RNA yang disebut dengan IBD Infection Bursal Disease. Virus ini bisa menyebabkan penyakit gumboro dengan dua macam; yang pertama gumboro klinik, gumboro jenis ini menyerang sistem kekebalan, namun hanya bersifat sementara, yang kedua; gumboro subklonik, gumboro jenis ini sulit untuk dideteksi dan umumnya kekebalan pada ayam akan hilang dan bersifat permanent. Gejala Penyakit Gumboro Pada Ayam Tanda-tanda penyakit gumboro pada ayam ditandai dengan gejala menurunnya nafsu makan dan minum, diare berlendir, bulu disekitar anus kotor, suka mematuk kloaka, badan gemetar dan suka menyendiri. Obat Penyakit Gumboro Pada Ayam Penyakit gumboro pada umumnya tidak bisa diobati karena disebabkan oleh virus, namun penyakit sekunder masih bisa diobati menggunakan nitrofurans dan sulfonamidus. Selain itu pencegahan penyakit gumboro pada ayam juga harus dilakukan sedini mungkin,menggunakan vaksi gumboro aktif dan Marek Pada AyamPenyakit marek pertama kali ditemukan di Hungaria pada tahun 1907 oleh Jozsef Marek. Kebanyakan penyakit marek menyerang anak ayam yang berumur 3 sampai 4 minggu, namun pada ayam umur 8 - 9 minggu juga rawan terserang penyakit marek. Penyakit marek ini disebabkan oleh virus herpes serotipe 1 dengan penularannya bisa melalui debu kandang, peralatan kandang, kotoran, petugas kandang dan pada ayam sendiri melalui pernafasan dan bulu. Gejala Penyakit Marek Pada Ayam Tanda-tanda penyakit marek pada ayam berupa kelumpuhan, mencret, sesak nafas, bulu melebar, pada permukaan mata terlihat kelabu dan tidak teratur dengan pupil menyempit. Obat Penyakit Marek Pada Ayam. Pengendalian penyakit marek tidak bisa diobati secara efektif meskipun bisa sembuh secara cepat. Namun penyakit marek bisa dicegah menggunakan vaksin yang sudah ditemukan sejak tahun penyakit di atas masih banyak lagi penyakit pada ayam, seperti halnya batuk darah, bronkitis, salesma, leukosil dan cacar pada ayam. Untuk mengatasi penyakit pada ayam, vaksinasi memang bukan solusi utama, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan lingkungan kandang, pemberian suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan pemberian makan dengan benar.
Penyakit Ternak Ayam Unggas dan Cara Pengobatannya Page 1 Hama & Penyakit Ternak – Hewan peliharaan jenis unggas adalah ternak yang paling banyak dibudidayakan manusia, dan unggas yang paling populer adalah ayam, itik, angsa, burung, dan merpati/burung dara. Unggas merupakan hewan ternak yang banyak diambil manfaatnya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Unggas dibudidayakan oleh hampir setiap rumah tangga, terutama masyarakat yang bermukim di pedesaan. Karena itu populasi ternak unggas paling banyak jika dibandingkan dengan ternak lainnya. Seiring dengan semakin bertambahnya populasi unggas, maka penyakit yang menyertainya juga semakin banyak dan kompleks. Penyakit-penyakit unggas baik penyakit ringan maupun penyakit berat yang bisa menular kepada manusia merupakan kendala terberat dalam usaha budidaya ternak unggas. Serangan penyakit pada ternak unggas merupakan penyebab utama gagalnya suatu usaha budidaya. Selain penyakit-penyakit menular yang mematikan, penyakit-penyakit yang tidak mematikan pun perlu mendapatkan perhatian, mengingat penyakit-penyakit tersebut juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Pengamanan terhadap penyakit harus mendapatkan prioritas dan perhatian khusus, dimana pengendalian tersebut terdiri dari usaha pencegahan, pengobatan dan pembasmian. Jenis-jenis Penyakit yang Sering Ditemukan pada Ternak Unggas Banyak sekali jenis-jenis penyakit yang sering ditemukan pada ternak unggas. Penyakit pada unggas disebabkan oleh beberapa jenis nikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur dan parasit. Gejala dan akibat yang ditimbulkan oleh serangan mikroorganisme tersebut berbeda-beda, baik penyakit ringan, penyakit menular maupun penyakit yang mematikan. Beberapa penyakit menular yang telah ditemukan pada unggas lokal di laboratorium diagnostik adalah Newcastle Disease Tetelo, Flu Burung, Marek, Gumboro, Pox, Infectious Coryza Snot, Pullorum, Colibacillosis, Cholera unggas, Anthrax, Aspergillosis, Candidiosis, Coccidiosis, Histomoniasis, Cryptosporidiosis, Trichomoniasis, infestasi ektoparasit dan cacing. Berdasarkan penyebabnya, penyakit pada unggas dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu sebagai berikut ; – Penyakit Viral adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh virus – Penyakit Bakteri adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh bakter – Penyakit Mikal adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh jamur – Penyakit Parasit adalah penyakit unggas yang disebabkan oleh organisme parasit A. 15 Jenis Penyakit Viral Virus pada Unggas, Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Pengobatannya 1. Penyakit Avian Encephalomyelitis AE Penyebab Penyakit Avian Encephalomyelitis disebabkan oleh virus RNA dari family Picornaviridae. Penyakit AE umumnya menyerang anak ayam umur 1-4 minggu, sedang pada ayam petelur hanya mengakibatkan penurunan produksi telur antara 5-20%, yang mempengaruhi daya tetas telur yang diproduksinya. Bila diingat bahwa Penyakit AE ini ditularkan melalui telur maka “Breeder” yang paling dirugikan akibat serangan penyakit ini. Gejala klinis ; Pada anak ayam umumnya umur 1-2 minggu ditemukan gejala antara lain ayam awalnya tampak sayu, diikuti ataksia karena adanya inkoordinasi dari otot-otot kaki, sehingga ayam dapat jatuh ke samping dengan kedua kaki terjulur ke satu sisi, tremor pada kepala dan leher terutama bila dipacu, keadaan akan berlanjut dengan kelumpuhan dan diakhiri dengan kematian. Pada ayam petelur gejala yang terlihat hanyalah penurunan produksi telur antara 5-10% dan tidak diikuti gejala gangguan syaraf. Pada ayam pembibitan ditemukan adanya daya tetas telur yang menurun dan anak ayam yang ditetaskan akan banyak tertular penyakit AE. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi. Cara pengobatan belum ada. Pada ayam yang masih hidup dapat diberikan ransum pakan yang baik disertai vitamin dan elektrolit. 2. Penyakit Avian Influenza AI / Flu Burung Penyebab Penyakit Avian influenza AI pada unggas yang disebabkan oleh virus influenza type A subtipe H5 dan H7. Semua unggas dapat terserang virus influenza A, tetapi wabah AI sering menyerang ayam dan kalkun. Penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi karena dapat mencapai 100%. Virus ss-RNA yang tergolong family Orthomyxoviridae, dengan diameter 80-120 nm dan panjang 200-300 nm. Gejala Klinis Gejala klinis yang terlihat pada ayam penderita HPAI antara lain adalah, jengger, pial, kelopak mata, telapak kaki dan perut yang tidak ditumbuhi bulu terlihat berwarna biru keunguan. Adanya perdarahan pada kaki berupa bintikbintik merah ptekhie atau biasa disebut kerokan kaki. Keluarnya cairan dari mata dan hidung, pembengkakan pada muka dan kepala, diare, batuk, bersin dan ngorok. Nafsu makan menurun, penurunan produksi telur, kerabang telur lembek. Adanya gangguan syaraf, tortikolis, lumpuh dan gemetaran. Kematian terjadi dengan cepat. Sementara itu pada LPAI, kadang gejala klinis tidak terlihat dengan jelas. Pencegahan dan Pengobatan Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Avian Influenza. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral, serta mencegah infeksi sekunder dengan pemberian antibiotik. Dapat pula diberikan pemanasan tambahan pada kandang. 3. Penyakit Cacar Unggas Penyebab Penyakit cacar unggas disebabkan oleh DNA Pox virus ukuran besar. Terdapat 4 strain Pox virus unggas yang mirip satu sama lain dan secara alami menginfeksi spesies unggas sesuai dengan namanya, yaitu Virus Fowl pox, Virus Turkey pox, Virus Pigeon pox dan Virus Canary pox. Gejala Klinis Cacar dapat terjadi dalam salah satu bentuk yaitu bentuk kulit atau bentuk difterik, ataupun kedua bentuk tersebut. Gejala klinis bervariasi tergantung pada kepekaan inang/hospes, virulensi virus, distribusi lesi dan faktor komplikasi yang lain. Gejala umum yang timbul adanya pertumbuhan yang lambat pada unggas muda, penurunan telur pada periode bertelur,adanya kesulitan bernapas dan makan. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Seperti penyakit virus yang lain, untuk penyakit cacar tidak ada obat yang spesifik dan efektif. 4. Penyakit Chicken Anemia Syndrome Penyebab Penyakit Chicken anemia syndrome disebabkan oleh Chicken Anemia Agent CAA, termasuk grup Circovirus. Virus berukuran 18-26,5 nm, tergolong ss-DNA, tidak beramplop dan berbentuk ikosahedral. CAA merupakan penyakit viral yang bersifat akut pada ayam muda. Penyakit ditandai adanya anemia aplastika dan atrofi organ limfoid yang mengakibatkasn terjadinya imunosupresif. Gejala Klinis Pada kasus akut gejala klinis muncul pada ayam umur 7-14 hari, ditandai dengan hambatan pertumbuhan dan anoreksia. Pada bagian muka, pial dan jengger tampak pucat, bulu ayam berdiri disertai dengan terjadinya peningkatan mortalitas ayam sekitar 5-16%, tetapi pernah mencapai 60%. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan dilakukan dengan cara vaksinasi. Pengobatan dengan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder dapat membantu menurunkan kasus. 5. Penyakit Egg Drop Syndrome 1976 EDS’76 Penyebab EDS’76 disebabkan oleh Adenovirus dari famili Adenoviridae. Virus EDS’76 dapat mengaglutinasi eritrosit ayam, itik dan kalkun. Virus EDS’76 diduga berasal dari adenovirus itik. Musim hujan dan kering tidak mempengaruhi secara langsung penyakit EDS’76, tetapi dapat memperberat kasus penyakit akibat faktor stres. Gejala Klinis Gejala klinis EDS’76 biasanya tampak pada ayam berumur 25-35 minggu dengan gejala khas berupa penurunan produksi telur dengan kualitas jelek. Kualitas telur yang jelek dapat berupa hilang atau berkurangnya warna kulit telur, kulit telur lunak, tipis atau bahkan tanpa kulit dan ukuran telur menjadi sangat kecil. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan terhadap EDS’76 dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi pada ayam menjelang produksi. Tidak ada obat yang efektif dalam menurunkan keparahan ataupun mengurangi gejala penyakit. 6. Penyakit Helicopter Disease Penyebab Penyebab utama penyakit ini adalah Reovirus, tetapi beberapa agen lain dapat terlibat, seperti rotavirus, parvovirus, enterovirus-like viruses dan toga virus-like agent. Helicopter Disease merupakan penyakit penyebab gangguan pertumbuhan terutama pada ayam pedaging umur 1–6 minggu. Gejala Klinis Anak ayam yang terserang penyakit ini menunjukkan penurunan laju pertumbuhan yang nyata pada umur pemanasan/brooding yaitu 5-7 hari. Kelainan bulu tampak pada ayam yang sakit, termasuk patahnya tungkai bulu sayap primer dan bertahannya warna kuning pada bulu di bagian bawah kepala sampai umur 30 hari. Pencegahan dan Pengobatan Untuk mencegah terjadinya malabsorbsi, formulasi pakan dapat dievaluasi untuk meyakinkan kecukupan zat-zat gizi. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk pengendalian penyakit ini. 7. Penyakit Inclusion Body Hepatitis IBH Penyebab Penyakit Inclusion Body Hepatitis IBH disebabkan oleh Adenovirus, familia Adenoviridae. IBH disebabkan oleh sedikitnya 3 serotipe dari DNA Adenovirus dan diperkirakan minimum ada 19 serotipe Avian Adenovirus yang pernah dideteksi dari ayam, kalkun, angsa dan entok. Inclusion Body Hepatitis IBH merupakan penyakit akut, menyerang ayam muda umur 4-8 minggu. Gejala Klinis Hampir semua infeksi Adenovirus tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas. Jengger kelihatan pucat, pial dan kulit muka juga pucat, depresi, lemah dan kemungkinan diikuti dengan penyakit lainnya. Gangguan pernafasan sering terjadi pada anak ayam dan pada ayam dewasa kadang terjadi penurunan produksi telur. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan infeksi paling baik dilakukan dengan praktek manajemen pemeliharaan yang optimal. Seperti pada penyakit yang disebabkan virus lainnya, belum ada pengobatan untuk penyakit ini. 8. Penyakit Infectious Bronchitis IB Penyebab Penyakit Infectious Bronchitis IB adalah penyakit pernapasan akut dan sangat menular pada ayam. IB disebabkan oleh virus dari genus coronavirus dari family Coronaviridae. Virus IB termasuk virus ss-RNA, berbentuk spherik atau pleomorfik dengan diameter 90-200 nm. Spesies rentan terhadap penyakit IB hanyalah ayam, baik broiler ataupun layer, tetapi pernah dilaporkan kejadian pada itik dan burung liar. Gejala Klinis Gejala klinis pada anak ayam ditandai dengan batuk, bersin, ngorok, keluar leleran hidung dan eksudat berbuih di mata. Anak ayam yang terkena tampak tertekan dan akan cenderung meringkuk di dekat sumber panas. Gejala klinis muncul dalam waktu 36 sampai 48 jam. Pencegahan dan Pengobatan Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan infectious bronchitis. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral 9. Penyakit Infectious Bursal Disease IBD Penyebab IBD merupakan penyakit menular akut pada ayam berumur muda, disebabkan oleh Virus IBD tergolong virus RNA dari genus avibirnavirus dan family birnaviridae. Kerugian ekonomi yang diakibatkan cukup besar karena menyerang anak ayam berumur muda kurang dari tiga minggu dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Gejala Klinis Ayam yang terserang ditandai dengan gejala depresi, nafsu makan menurun, lemah, gemetar, sesak nafas, bulu berdiri dan kotor terutama bulu di daerah perut dan dubur, selanjutnya diikuti dengan diare, feses berwarna putih kapur dan kematian yang terjadi akibat dehidrasi. Pencegahan dan Pengobatan Cara pencegahan yang paling efektif adalah melakukan vaksinasi. Tidak ada pengobatan yang efektif. Namun perlakuan terhadap ternak ayam yang sakit dapat diberikan pengobatan, misalnya dengan tetes 5% dalam air minum selama 3 hari, gula rnerah 2% dicampur dengan NaHC03 0,2% dalam air minum selama 2 hari. 10. Penyakit Infectious Laryngo Tracheitis ILT >> Page 2, Page 3
- Budidaya ayam pedaging maupun petelur memang mendatangkan keuntungan, terlebih permintaan telur dan daging terus ada. Namun di sisi lain, kerugian juga bisa menyertai, karena petaka dengan kehadiran penyakit ayam. Walau banyak yang mundur untuk jadi pengusaha ayam saat masalah ini terjadi, tak sedikit pula yang memilih untuk bertahan. Terlebih bagi peternak yang sudah tahu cara menanggulanginya. Berikut ini adalah macam-macam penyakit ayam paling utama, lengkap dengan pencegahan, serta pengobatannya. A. Penyakit Tetelo pada Ayam 1. Newcastle Disease ND atau Tetelo Penyebab jenis penyakit ini adalah virus yang menular dari ayam atau unggas lainnya. Akibatnya, saraf pernapasan pada unggas menjadi penularannya pun dapat terjadi saat anda menyentuh unggas yang terinfeksi tetelo, di mana virus menempel pada pakaian, sandal, sepatu, maupun item lainnya, tersebar ke unggus sehat. Adapun gejala ayam yang terinfeksi terlihat dari sistem pernapasan mulai terusik, mata jadi keruh, ada cairan keluar dari hidung, leher melilit, sayap dan kakinya lumpuh, bahkan ayam betina tidak bertelur lagi. Saat penyakit tetelo menyerang ayam dewasa, biasanya mereka bisa pulih. Sebaliknya jika anak ayam yang terserang, biasanya mereka tidak bisa bertahan dan akhirnya mati. B. Penyakit Kutil pada Ayam 2. Fowl Pox Cacar Ayam Penyakit ini disebabkan oleh virus Avipox yang bisa menular dan menyebar ke kandang terdekat. Gejala yang timbul adalah terdapatnya bintik-bintik putih pada kulit ayam, terdapat bisul putih di area trakea atau mulut ayam, adanya luka lecet pada jengger ayam, serta ayam betina bisa berhenti bertelur. Cara mengatasi ayam yang terserang penyakit ini adalah memberinya pakan yang lunak. Tempatkan unggas ini di kandang yang kering dan hangat. Lakukan pula perawatan secara optimal agar ayam lekas sembuh. Sementara untuk mencegah Fowl Pox adalah menggunakan vaksin khusus. Usahakan juga agar penyakit tidak disebarkan oleh nyamuk dan unggas lain yang sudah terkontaminasi. 3. Penyakit Puyuh Dalang dari penyakit yang dikenal pula dengan nama Quail Diseases ini adalah bakteri berbentuk spora, Clostridium colinum. Penyebarannya pun melalui kotoran atau pun unggas yang sudah terinfeksi. Karena bakter ini sudah kebal disinfektan, maka ayam tetap terancam terinfeksi. Bahkan saat penyakit puyuh ini sudah akut, ayam bisa mati mendadak. Gejala penyakit ini umumnya terlihat saat ayam menjadi lesu, diare disertai cairan putih, bulu acak-acakan, dan posturnya menjadi bungkuk. Saat tak segera diobati, ayam akan mati dalam keadaan sangat kurus. Saat penyakit ini menyerang ayam anda, sebaiknya hubungi dokter hewan maupun bantuan TS. Biasanya mereka akan memberikan penicillin dan bacitracin sekaligus memberi tahu cara pengobatannya. 4. Botulisme Botulisme terjadi karena konsumsi dari bakteri Clostridium botulium. Tak hanya rentan menyerang unggas liar dan domestik, efek racunnya bahkan bisa menginfeksi ayam petelur maupun pedaging terbaik. Saat ayam anda terinfeksi penyakit ini, kemungkinan bakteri sudah mencemari air dan makanan ayam. Gejala botulisme dimulai dengan tremor yang progresif, kemudian berlanjut pada kelumpuhan dan pernapasan ayam menjadi terganggu. Bulu ayam pun mudah dicabut. Semakin lama, ayam akan tumbang. Pecegahan penyakit pada ayam ini dapat dilakukan dengan menyiapkan antitoksin yang direkomendasikan dokter hewan. Saat terjadi gejala yang mencurigakan, segera campur air hangat dengan 1 sendok teh garam Epsom. Pastikan pula lingkungan ayam tinggal bersih, termasuk dari bangkai hewan lain. 5. Folw Cholera Kolera unggas atau pasterurolosis disebabkan oleh Pasteurella multocida. Makanan, air, hingga hewan liar yang sudah terkontaminasi bakteri ini bisa menjadi pemicu Fold Cholera. Ciri-ciri ayam yang menderita penyakit ini di antaranya akan mengalami diare dengan kotoran berwarna kekuningan dan kehijauan, nyeri sendi, kesulitan bernapas, serta kepalanya berubah menjadi gelap. Sampai saat ini, cara pencegahan belum diketahui pasti. Namun jika ada ayam yang terinfeksi dan mati, bangkai unggas tersebut harus segera dimusnahkan agar tidak menular. C. Penyakit yang Menyerang Ayam Pedaging dan Cara Mengendalikan 6. Necrotic enteritis NE Gejala dan ciri penyakit ini adalah kotoran ayam encer berwarna kecoklatan dan menempel di kloaka, serta usus menebal seperti handuk yang rapuh. Cara pengobatan Necrotic enteritis dengan menggunakan obat serbuk therapy, Sulfamix, atau Neo Meditril. 7. Koksidiosis Gejala penyakit ini akan terlihat dari feses ayam bercampur darah, serta akan terjadi pendarahan di usus. Sementara itu, cara mengatasi koksidiosis dengan menggunakan Toltradex, Coxy atau Therapy. 8. Leucocytozoonosis Feses berwarna hijau, ayam terlihat depresi, hilangnya nafsu makan, muntah darah, jengger pucat, produksi telur menurun, hingga kelumpuhan diikuti kematian adalah ciri dan gejala penyakit leucocytozoonosis. Bahkan, penyakit ini akan menyebabkan pendarahan bentuk titik pada hampir seluruh organ hati, paru-paru, limpa, pankreas, otot dada/paha, dan lainnya, terdapatnya gumpalan darah di rongga perut dan saluran pernapasan, serta pendarahan di paru-paru. Untuk mengobati penyakit leucocytozoonosis adalah dengan menggunakan Maladex, Antikoksi, atau Erysuprim. 9. Malaria Unggas Ciri-ciri dan gejala dari malaria unggas ini di antaranya menurunnya nafsu makan, anemia, jengger dan pial tampak pucat, bintik pendarahan pada kulit, diare kehijauan, serta produksi telur menurun. Selain itu, bintik pendarahan pada orcan cisceral dan otot dada, karkas berwarna pucat, pembesaran limpa, serta radang glomerusul ginjal juga merupakan gejala penyakit malaria unggas. Obat Maladex, Antikoksi, dan Erysuprim juga merupakan cara dalam mengatasi penyakit malaria unggas ini. 10. Aspergillosis Gejala dari penyakit ini, ayam akan batuk dan sulit bernapas. Bungkul-bungkul putih di paru-paru dan kantung udara juga menjadi ciri dari aspergillosis. Cara menanggulanginya adalah dengan menggunakan Cupri sulfat 1 gram tiap 5 liter air minum. Selain itu, berkan pula terapi suportif dengan Fortevit. D. Cara Mengobati Ayam Sakit 11. Mycotoxicosis Ciri dan gejala dari penyakit ini di antaranya nafsu makan yang turun, feses lebih encer, anemia, mudah terinfeksi penyakit lain, serta kematian harian garis di otot paha dan dada, kerempeng pada ambela gizzard, hati membengkak, pucat dan rapuh juga terjadi saat ayam menderita mycotoxicosis. Sayangnya, penyakit ini masih belum bisa diobati. Namun untuk meringankan gejalanya, ayam bisa diberi Freetox guna mengikat toksin dan memberikan suportif dengan Fortevit dan Heprofit untuk mengurangi kerusakan hati. 12. Colibacillosis Ayam yang sulit bernapas, diare, radang pusar saat DOC, terjadi peradangan pada usus, radang pada selaput penutup paru-paru, serta hati dan jantung diselimuti selaput fibrin merupakan ciri colibacillosis. Cara mengobati penyakit pada ayam ini adalah dengan menggunakan ampicol, Neo Medritil, atau Tetra Chlor. E. Penyakit Ayam Mata Bengkak 13. Infeksi Bronchitis Infectious Bronchitis Virus IBV adalah penyebab penyakit ini. Gejala awal ayam yang mengalaminya adalah mereka akan bersin, batuk, dan mendengkur. Selain itu, ada cairan keluar dari mata dan hidungnya. Akhirnya, ayam juga tidak bisa bertelur lagi. Pencegahan infeksi bronchitis dilakukan dengan memberikan vaksin. Tetapi jika sudah terinfeksi, lakukan karantina pada ayam karena virus ini bisa menyebar dengan cepat melalui udara. Tempatkan pula ayam di kandang kering dan hangat. Kemudian, berikan teh herbal hangat lengkap dengan rempah-rempah untuk ayam yang sakit. F. Penyakit Ayam Snot 14. Infectious Coryza Dikenal pula dengan snot atau pilek ayam, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hemophillus gallinarum ini sering menginfeksi ayam petelur maupun pedaging. Unggas yang sudah terinfeksi, bisa menularkan pada kawanan lainnya. Selain itu, media air dan tanah pun bisa menularkan bakteri. Gejala penyakit ini adalah kepala dan mata ayam membengkak, mata dan hidungnya mengeluarkan cairan, serta bagian sayapnya tampak basah. Akhirnya, pilek ayam ini membuat mereka tidak bertelur lagi. Sejauh ini, masih belum ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit ini. Jika ayam sudah terlanjur terinfeksi, jalan terbaik yang bisa diambil adalah membunuh mereka. Hal ini karena ayam yang sudah terkontaminasi itu menjadi pembawa penyakit seumur hidup mereka dan berbahaya bagi kawanan lain. Pastikan untuk menjaga kebersihan air dan lingkungan kandang ayam. Tetap jaga pula agar ayam tidak membaur dengan unggas secara sembarangan. 15. Gumboro Infectious Bursal Disease Salah satu jenis penyakit pada ayam ini pertama kali ditemukan di Gumboro, Delaware pada tahun 1962. Infectious Bursal Disease IBD merupakan penyakit yang sangat menular, baik pada ayam yang masih berumur 3 hari sampai 6 minggu. Gejala dari penyakit Gumboro ini terjadinya diare berwarna keputihan, ayam tidak nafsu makan, gemetar, dan demam. Ciri lainnya adalah terjadi pendarahan pada otot dada/paha berbentuk garis, ginjal membengkak, pendarahan di perbatasan proventrikulus dan ventrikulus, serta bursa fabrisius bengkak dan radang. Adapun cara menangani penyakit ayam ini berdasarkan beberapa sumber, yaitu memberinya terapi suportif dengan memberikan Gingertol, Gumbonal, dan Kumavit. G. Ayam Lumpuh 16. Marek's Disease Penyakit marek atau kanker unggas ini dipicu oleh kelompok virus Herpes. Ayam yang masih muda usia 20 mingguan ke bawah, mudah terinfeksi marek’s disease. Akibat dari penyakit ini, ayam menjadi lumpuh dan seperti tidak merespon cahaya. Jika ayam sudah terlanjur mengalami sakit ini, mau tidak mau mereka harus dikorbankan agar tidak menyebarkan penyakit pada unggas lain. Sementara untuk pencegahannya, segera lakukan vaksinasi dini saat ayam berusia 1 hari. 17. Thrush Dikenal pula dengan candidiasis atau pun sariawan, penyakit ini dipicu oleh ragi Candida albicans. Ayam yang sudah terinfeksi akan tampak lesu dan bulu-bulunya mengerut. Biasanya, penularan penyakit ini melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Sebagai cara pencegahan, pastikan untuk menjaga kebersihan wadah dan makanan ayam. Walau belum ada vaksin, namun masih bisa diberikan obat anti jamur dari dokter hewan saat ayam terinfeksi. H. Penyakit pada Kaki Ayam 18. Bumblefoot Dikenal juga dengan nama bubulen ini akan membuat kaki ayam bengkak. Ayam yang terinfeksi biasanya karena tidak sengaja terluka, tergores, robek, dan lain sebagainya. Karena tidak bisa mengontrol penyebab penyakit ini, anda bisa mengawasi ayam agar tidak melukai dirinya sendiri. Selain itu, saat melihat ada luka di kaki ayam, segera cuci dan beri disinfeksi untuk mencegah penyakit semakin berkembang. I. Pengobatan Ayam Ngorok 19. Penyakit Ayam CRD Sebutan penyakit ini beragam, yaitu Chronic respiratory disesase CRD, CRD Compleks, Air Sac/ penyakit kantung udara/ngorok. Mycoplasma gallisepticum sebagai penyebab penyakit CRD sering menyerang ayam yang lemah. Ayam yang sudah terinfeksi pernapasannya akan terusik. Mereka pun sering bersin, batuk, sendinya bengkak, bahkan sampai akhirnya mati. Pencegahan terhadap penyakit ini bisa dilakukan dengan memberikan vaksin. Cara meredakannya juga bisa dilakukan, yaitu dengan antibiotik dari dokter hewan. Proses penyembuhan ayam ngorok harus segera dilakukan untuk mencegah penularan. 20. Mushy Chick Dikenal sebagai penyakit pusar, masalah kesehatan ini karena pusar yang tidak tertutup dengan baik terinfeksi oleh bakteri. Penyebabnya bisa karena inkubasi yang salah, terlalu panas atau bahkan terlalu dingin pasca ayam menetas, atau sanitasi pembenihan yang buruk. Mushy chick yang sering dialami anak ayam baru menetas ini menyebabkan tubuh meradang, membesar, dan membiru. Bahkan, mereka juga mengeluarkan aroma kurang sedap. Ayam anakan yang terinfeksi ini pun tampak lemah dan lesu. Walau belum ada vaksin khusus untuk penyakit ini, namun pemberian antibiotik bisa diandalkan. Selain itu, pastikan untuk memisahkan anak ayam yang terinfeksi dengan yang sehat agar tidak tertular. J. Ayam Batuk 21. Pullorum Bakteri Salmonella pullorum adalah dalang dari pullorum atau penyakit berak kapur. Efek penyakit pada anak ayam dan ayam dewasa agak berbeda. Di mana anak ayam yang terinfeksi akan sulit bernapas dan terlihat ada pasta putih di bagian punggungnya. Bahkan semakin akan mati pada ayam dewasa, gejala yang timbul berupa batuk, bersin, dan enggan bertelur. Karena vaksin masih belum ditemukan, ayam yang menderita pullorum harus segera dimusnahkan. K. Penyakit Flu Burung pada Ayam 22. Avian Influenza AI Penyakit flu burung ini sempat viral, terlebih bisa menular pada manusia. Itulah kenapa, penanganan harus segera dilakukan begitu ayam mengalami tanda-tanda seperti mengalami masalah pernapasan, tidak bertelur, diare, muka ayam membengkak, jengger dan pialnya membiru. Bahkan terkadang jengger dan kakinya memiliki bintik-bintik merah gelap. Sampai saat ini, vaksin masih belum ditemukan. Sehingga ayam yang sudah terinfeksi harus segera dimusnahkan. Anda juga harus lebih memerhatikan lingkungan unggas, terlebih jika mengenalkan mereka pada anggota baru. Itulah macam-macam penyakit pada ayam yang berbahaya, bahkan mematikan. Setelah mengetahuinya, segera cek kondisi unggas anda agar bisa lekas ditangani.
Penulis Tim GFNPencegahan penyakit dalam usaha peternakan unggas, khususnya pada ternak ayam merupakan suatu keharusan. Hal ini karena meskipun manajemen pemeliharaannya baik, kalau timbul penyakit pada ayam maka, keuntungan yang ada di depan mata akan menghilang, bahkan menjadi menderita kerugian. Kerugian tersebut karena turunnya produktivitas ayam, biaya pengobatan yang cukup mahal, bahkan hingga kematian ayam. Jangan remehkan timbulnya penyakit pada ayam! Meskipun hal tersebut dapat dicegah. Namun, melakukan pencegahan penyakit pada ayam bukanlah perkara yang mudah. Perlu langkah yang tepat agar pencegahan tersebut berhasil. Nah, di artikel ini kami mengajak anda mengenal penyakit pada ayam. Mulai dari jenis penyakit, penyebab penyakit, ciri-ciri penyakit hingga cara melakukan pencegahan. Anda sudah penasaran, kan? Langsung saja, yuk simak artikelnya! Jenis-jenis penyakit pada ayam Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang perlu anda ketahui 1. Pullorum Feses Kapur Penyakit pullorum merupakan penyakit menular pada ayam yang menyebabkan peternak mengalami kerugian yang sangat besar. Kerugian tersebut antara lain, tingkat kematian yang sangat tinggi terutama pada anak ayam umur 1-10 hari, jika ayam indukan terinfeksi dan menghasilkan keturunan maka keturunan tersebut juga ikut terinfeksi, penurunan produksi telur, dan penurunan daya tunas. Penyakit pullorum disebabkan oleh oleh bakteri Salmonella pullorum. Salmonella pullorum termasuk bakteri berbentuk batang atau kapsul, bersifat gram negatif, tidak bergerak, fakultatif aerob dan tidak berspora, dan mampu bertahan di tanah hingga satu tahun. Pullorum dapat menyebar secara vertikal melalui trans ovari dan secara horizontal melalui pakan, air, dan inkubator yang terkontaminasi agen penyakit. Penyakit yang satu ini menyerang sistem pencernaan ayam. Adapun ciri-ciri anak ayam yang terinfeksi penyakit pullorum yaitu Penurunan nafsu makan. Fesesnya berbentuk pasta keputih-putihan dan menempel pada sekitar kloaka. Ayam kelihatan mengantuk mata menutup. Jengger kebiruan. Sayap menggantung kusam Bergerombol pada suatu tempat. Jika terdapat anak ayam yang mampu bertahan hidup, maka pertumbuhannya akan terhambat. Pada ayam dewasa gejala penyakit sulit dilihat tetapi kadang-kadang terlihat adanya tanda-tanda depresi, kekurusan, diare, dan produksi telur menurun. 2. Chronic Respiratory Disease CRD Penyakit Chronic Respiratory Disease CRD atau yang lebih dikenal dengan penyakit ngorok yaitu penyakit yang menyerang sistem pernapasan ayam. Penyakit CRD dapat menyerang ayam pada semua umur. Agen penyakit ini adalah bakteri Mycoplasma gallisepticum. Penyakit CRD bersifat kronis, dikatakan kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama dan sulit untuk disembuhkan. Penyakit ini memiliki angka kesakitan tinggi, tetapi angka kematian rendah. Sedangkan CRD kompleks dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Kerugian yang dialami peternak yaitu, pertumbuhan bobot badan ayam terhambat, penurunan mutu karkas, penurunan produksi telur, tidak tercapainya keseragaman bobot badan serta banyaknya ayam yang harus diafkir. Penularan CRD dapat terjadi melalui kontak langsung, peralatan kandang yang kurang bersih, tempat makan dan minum yang kotor, manusia, dan telur tetas atau DOC yang terinfeksi. Ayam yang terserang penyakit CRD memiliki ciri-ciri antara lain Suara ngorok di malam hari. Keluarnya lendir dari rongga hidung. Mata ayam tampak berair dan bengkak. Batuk dan bersin. Ayam kehilangan nafsu makan. Ayam suka menggeleng-gelengkan kepalanya. Pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang paling sederhana yaitu tidak membeli tidak membeli DOC dari produsen yang tidak diketahui dan tidak melakukan sanitasi kandang. 3. Tetelo Newcastle Disease Penyakit tetelo yaitu sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus ND Newcastle Disease. Virus ini mampu menyerang alat pernapasan, alat reproduksi, jaringan saraf, dan lain sebagainya. Tetelo merupakan penyakit menular akut dengan angka kematian yang sangat tinggi. Namun, jika penyakit ini menyerang ayam dewasa tingkat kematiannya tidak terlalu tinggi, karena ayam dewasa biasanya dapat pulih. Kerugian yang sangat besar dapat menimpa peternak akibat penyakit ini. Kerugian tersebut antara lain, turunnya produksi telur bahkan bisa berhenti total, tingkat kematian mencapai 100% pada anak ayam, ayam mengalami gangguan pertumbuhan, dan pada ayam broiler/ pedaging mengalami penurunan bobot badan. Berikut ciri-ciri ayam yang terkena penyakit tetelo Ayam kehilangan nafsu makan. Mengalami diare yang disertai darah. Jengger berwarna pucat. Tubuh ayam akan cenderung terlihat tidak bertenaga lesu. Keluarnya cairan dari hidung. sayap akan menjadi menurun dan lumpuh pada kakinya. Jika ayam sudah terserang penyakit tetelo maka, ayam tersebut harus segera dimusnahkan. Karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan juga penularan. 4. Gumboro atau IBD Infectious Bursal Disease Penyakit gumboro adalah penyakit yang disebabkan oleh Avibirnavirus yang merupakan anggota dari keluarga Birnaviridae. Virus Avibirnavirus memiliki struktur tidak beramplop, sehingga virus ini lebih stabil dan tahan hidup lama di lingkungan hingga lebih dari 3 bulan. Virus ini mudah menular dan disebarkan melalui kotoran, kotoran, air, dan pakan yang terkontaminasi. Tidak hanya itu, virus ini juga dapat dibawa oleh vektor lain seperti tikus dan kumbang tertentu. Penyakit gumboro merupakan salah satu penyakit yang bersifat imunosupresif. Imunosupresif adalah suatu kondisi terjadinya penurunan reaksi pembentukan antibodi akibat kerusakan organ limfoid. Penurunan jumlah antibodi dalam tubuh ini menyebabkan berbagai agen penyebab penyakit akan lebih leluasa masuk ke dalam tubuh ayam dan terjadilah infeksi. Banyak kerugian yang dialami peternak jika ternak ayam mereka terserang penyakit gumboro. Kerugiannya antara lain, penurunan produktivitas ayam, keseragaman bobot badan tidak tercapai, ayam mengalami penurunan feed intake, ayam tidak tercapai puncak produksi, hingga kematian ayam karena angka kematian penyakit ini mencapai 60%. Berikut adalah ciri-ciri ayam terkena penyakit gumboro yang perlu anda ketahui Ayam terlihat gemetar. Ditemukannya feses/ kotoran yang menempel pada kloaka. Ayam terlihat tidak bertenaga lesu Menurunnya nafsu makan. Feses encer dan berwarna putih. Sayap ayam menggantung. 5. Kolibasilosis Salah satu penyakit ayam yang sering menyerang peternakan Indonesia adalah kolibasilosis. Penyakit kolibasilosis dapat terjadi pada semua umur ayam. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Escherichia coli E. coli. Infeksi bakteri E. coli dapat melalui mulut saluran pencernaan dan hidung saluran pernapasan. Distribusi E. coli sangat luas, dapat ditemukan di litter, kotoran ayam, kotoran lain dalam kandang, pakan, air minum, dan sumber air. Sebagian besar infeksi penyakit ini terjadi ketika perubahan musim, selain itu brooding dan air minum yang buruk dapat mempengaruhi stress pada ayam. Akibatnya bakteri pantogen ini dengan mudah menginfeksi ayam, terutama ketika memasuki musim penghujan yang dipicu oleh kelembapan tinggi. Selain itu, penyakit kolibasilosis banyak ditemukan pada lingkungan yang kotor dan berdebu. Kerugian yang besar dapat diderita oleh peternak jika ayam mereka terkena penyakit ini. Jika anda peternak ayam layer, maka penyakit ini menyebabkan kerugian seperti turunnya produksi telur, penundaan masa produksi telur, tidak tercapainya puncak produksi telur, dan mudahnya ayam terinfeksi penyakit lain. Kerugian yang diterima jika anda peternak ayam broiler yaitu, kematian yang terjadi selama masa pemeliharaan dan ayam pada saat panen memperoleh berat badan yang rendah. Adapun ciri-ciri ayam yang sudah terinfeksi penyakit ini antara lain, Menurunnya nafsu makan. Diare berwarna hijau dan berbau khas. Ayam terlihat lesu. Bulunya menjadi kusam. Ayam tidak responsif atau diam saja. 6. Infectious Coryza Penyakit Infectious coryza atau dikenal dengan snot adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus paragallinarum. Bakteri ini berbentuk batang pendek atau coccobacilli, bersifat gram negatif, tercat polar, non-motil, tidak membentuk spora, dan fakultatif anaerob. Sifat alami bakteri ini tidak dapat hidup lama, dan akan mati dalam waktu 4-5 jam. Penyakit ini merupakan penyakit penyakit pernapasan bagian atas pada ayam yang sifatnya akut sampai kronis. Infectious coryza dapat menyerang semua umur, tetapi yang paling peka adalah ayam umur 18-23 minggu atau menjelang bertelur. Secara umum penyakit ini dikenal sebagai penyakit yang menyebabkan kematian rendah tetapi tingkat kesakitan tinggi. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan ayam sakit atau ayam carrier, dapat juga terjadi secara tidak langsung melalui pakan, air minum, dan peralatan yang terkontaminasi. Selain itu, serangan penyakit ini dapat dipercepat dengan kondisi kandang yang tidak bersih, lingkungan dingin, dan perubahan iklim yang ekstrim. Peternak akan mengalami kerugian yang signifikan akibat penyakit ini. Kerugian tersebut antara lain, ayam akan sangat terlambat untuk berproduksi, penurunan produksi telur, pengafkiran yang tinggi pada ayam dara, peningkatan biaya produksi, pertumbuhan ayam akan terhambat dan ayam menjadi kurus. Ciri-ciri ayam yang terkena penyakit ini yaitu sebagai berikut Keluar lendir dari hidung yang kental berwarna kekuningan dan berbau busuk. Nafsu makan menurun. Ngorok pada malam hari dan sulit bernapas. Sering diare. Meningkatnya jumlah telur berkerabang putih, kasar, dan retak. 7. Inclusion Body Hepatitis IBH Penyakit IBH atau lebih dikenal dengan penyakit hati pada ayam adalah penyakit yang disebabkan oleh avian adenovirus. Adenovirus merupakan virus yang tidak beramplop, sehingga lebih stabil dan tahan hidup lama di lingkungan. Penyakit ini menyerang semua usia pada ayam, khususnya ayam broiler di usia 3-7 minggu dan bersifat akut. Pada ayam layer dan breeder penyakit IBH bersifat subklinis dan perlu mendapatkan perlakuan khusus, mengingat dampaknya yang merugikan khususnya pada transmisi virus secara vertikal. Pada umumnya infeksi IBH dapat menular baik secara vertikal maupun horizontal. Penularan secara vertikal ditularkan dari induk ke anaknya melalui telur. Secara horizontal bisa melalui feses/ kotoran, pakan, air minum, dan lingkungan yang tercemar virus atau langsung dari hewan sakit ke hewan yang sehat. Selain itu, karena sifatnya yang tahan terhadap lingkungan, maka ada kemungkinan virus dapat menyebar secara perlahan-lahan dari suatu kandang ke kandang yang lainnya. Gejala yang timbul pada ayam yang terkena penyakit ini yaitu Ayam tampak lemas atau lesu.\ Nafsu makan menurun. Bulu yang kusam dan acak-acakan. Terkadang feses berwarna putih encer. Jengger, pial, dan kulit muka kelihatan pucat. Ayam yang terkena IBH akan mengalami penurunan produksi telur, tingkat sakit yang rendah namun tingkat kematian yang cukup tinggi yaitu mencapai 40%, dan turunnya bobot badan ayam. Hal tersebut menyebabkan peternak mengalami kerugian cukup besar. Cara pencegahan penyakit pada ayam Tentu saja anda tidak ingin ayam yang sudah sembuh kembali terserang penyakit. Pencegahan penyakit ada baiknya dilakukan untuk menjaga kesehatan ayam. Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mencegah penyakit pada ayam yaitu 1. Melaksanakan manajemen pemeliharaan dengan benar dan tepat Kondisi nyaman harus dirasakan ayam dimulai sejak anak ayam/ DOC tiba di kandang. Perlu menjaga kebersihan kandang terutama dari feses karena pada kandang yang kotor akan mudah menyebarkan penyakit dan juga akumulasi amonia yang tinggi dapat menjadi faktor pemicu penyakit pernapasan. Maka dari itu, kondisi litter juga perlu dicek secara rutin serta lebih sering mencuci peralatan ternak seperti tempat minum dan tempat pakan. Dari segi kelancaran ventilasi dan pengaturan kepadatan kandang berpengaruh juga terhadap kondisi kesehatan ayam. Kondisi cuaca yang tidak menentu, bahkan terkadang berubah menjadi ekstrim, ditambah dengan kualitas udara yang semakin menurun mengharuskan dilakukannya manajemen yang lebih baik. Sesuaikan juga kepadatan kandang untuk menjamin semua ayam untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapat ransum, air minum, ruang gerak, dan oksigen, sehingga pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas seragam. 2. Menjaga kualitas pakan Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam beternak ayam. Menjaga kesehatan ayam tentunya tidak lepas dari pemberian pakan yang berkualitas. Pakan yang berkualitas harus dipilih secara bijak dan selektif. Ciri pakan yang baik bagi ayam yaitu pakan yang bebas dari zat kimia, masih segar, dan bernutrisi tinggi. Pakan yang baik yaitu dapat memenuhi kebutuhan pokok nutrisi ayam misalnya energi dan protein. Selain itu, perbaikan mutu pakan pakan yang diberikan harus sesuai dengan jumlah dan kandungan nutrisi sesuai kebutuhan ternak untuk mendapatkan performa ayam yang baik. 3. Penerapan biosecurity yang ketat, Lakukan penerapan biosecurity model 3 zona bersih, transisi, kotor untuk membatasi lalu lintas agar penyebaran penyakit tidak terjadi. Desinfeksi kendaraan dan orang yang keluar masuk kandang untuk mencegah kontak bibit penyakit masuk ke kandang. Jika memungkinkan untuk tidak memelihara ayam dengan sistem banyak umur pada satu lokasi. Namun, apabila peternak menerapkan beragam umur, perlu diperhatikan beberapa hal seperti mengatur jalur lalu lintas kandang dari ayam muda ke ayam yang tua, tempatkan anak ayam pada kandang yang berjauhan dengan ayam yang sedang berproduksi, dan meminimalisir kondisi stress pada ayam terutama saat proses pindah kandang. 4. Program vaksinasi dengan tepat Vaksinasi perlu dilakukan untuk membentuk imunitas/ kekebalan di dalam tubuh ayam sehingga dapat menekan angka munculnya penyakit. Lakukan program vaksinasi secara rutin sesuai sejarah, tantangan penyakit, dan kondisi peternakan setempat terhadap penyakit Gumboro, Inclusion Body Hepatitis, Newcastle Disease, Avian influenza, Infectious Bronchitis, maupun Infectious laryngotracheitis. Pemilihan vaksinasi yang tepat dan aplikasi vaksinasi yang sesuai kondisi di masing-masing peternakan menjadi titik kunci keberhasilan perlindungan dari serangan penyakit. 5. Meningkatkan daya tahan tubuh ayam dengan menggunakan suplemen Terkait program kesehatan herbal sudah banyak diterapkan di lapangan saat ini. Ekstrak tanaman diketahui memiliki berbagai nutrisi dan senyawa kimia zat bioaktif yang berkhasiat serta berfungsi sebagai suplemen, anti bakteri, antiparasit, antiprotozoa, antioksidan hingga antiradang. Dan kebetulan jika anda sedang mencari suplemen berkualitas untuk ternak ayam, kami GFN menjual suplemen tersebut. Kami menjual berbagai suplemen untuk ternak ayam anda yang berfungsi untuk menjaga kesehatan ayam. Contohnya untuk menjaga kesehatan pernapasan ayam kami memiliki produk Esseguard Respiratory, untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan kami menjual produk Esseguard Intestinal, bagi anda yang ingin meningkatkan produktivitas ayam dapat menggunakan Esseguard Prajanan dan masih banyak lagi. Penyakit pada ayam adalah masalah kesehatan pada ternak ayam yang dapat merugikan peternak. Untungnya di artikel ini, anda telah memahami beberapa jenis penyakit pada ayam. Mulai dari jenis-jenis penyakit pada ayam, ciri-ciri setiap penyakit hingga cara pencegahan penyakit pada ayam. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah pengetahuan anda. Yuk jaga kesehatan ternak ayam anda sekarang juga! Ayam yang sehat tentunya akan memberikan keuntungan yang lebih baik dari hasil produksi daging dan telur maupun kualitas ayam itu sendiri. Sekian dari kami, sampai jumpa di kesempatan lainnya.
Tahukah Anda tentang Jenis Penyakit Ayam Kampung dan Cara Mengatasinya? Ayam kampung menjadi salah satu jenis ayam yang cukup digemari banyak orang, walaupun memiliki tekstur daging yang alot dan agak kenyal akan tetapi dengan pengolahan yang tepat ayam kamoung ini bisa menjadi salah satu makanan yang enak dan memiliki citarasa yang luar biasa di lidah para penikmatnya. Jenis Penyakit Ayam Kampung dan Cara Mengatasinya Di Indonesia sendiri budidaya ayam satu ini tekah banyak sekali seiring dengan bertambahnya penggemar dari ayam yang satu ini, tahukah anda bahwa ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik dibanding dengan jenis ayam lainnya, itu membuat ayam ini lebih kebal terhadap penyakit dan bisa bertahan pada cucaca extrem. Walaupun begitu tetap saja bukan berarti sepenuhnya ayam ini tidak bisa terkena penyakit, ayam jenis ini juga terkadang bisa terkena penyakit tertentu. Seperti yang bsering dibicarakan oleh para peternak bahwa jenis ayam kampung ini juga terkadang bisa terkena bsebuah penyakit, laku penyakit apa saja yang biasa menyerang ayam ini? Mari simak ulasan dibawah ini! Penyakit pada ayam kampung bisa terjadi karena bakteri dan virus yang menyerang ayam, perlu diketahui juga bahwa ayam kampung bisa saja terserang beberapa jenis Penyakit, dengan mengetahui jenis penyakit yang biasa menyerang pada ayam tentu akan membuat kita lebih extra untuk merawat ayam kita. 1. Penyakit Tetelo Jenis penyakit yang satu ini memiliki tingkat resiko yang cukup tinggi, jika ayam terkena tetelo bisa mengakibatkan ayam sampai berujung pada kematian. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh virus, dan jenis penyakit ini sendiri merupakan salah satu yang sering menyerang ayam kampung. Maka dari itu anda harus tau gejala apa saja yang biasnaya timbul dari tetelo ini, agar anda bisa segera melakukan perawatan selanjutnya, biasanya penyakit tetelo akan ditandai dengan jalan ayam yang sempohyang, tidak memiliki nafsu makan, bulunya terlihat kusam dan disertai pilek serta mulut yang berlendir. Cara mengatasinya kamu bisa memberikan vaksin kepada ayam, menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang memiliki kandungan gizi tinggi, dan jika ayam anda terkena tetelo, pastikan anda membakar atau mengubur ayam tersebut. Karena Tetelo disebabkan oleh virus cara diatas cukup baik dalam mencegah jenis penyakit yang satu ini. 2. Ayam Berak Kapur Sama seperti jenis penyakit tetelo, penyakit berak kapur juga disebabkan oleh virus, penyakit ini juga sama berbahayanya, terlebih jika tidak segera dilakukan penanganan. Biasnaya gejala yang ditimbulkan seperti ayam yang lesu, fasesnya bewarna hijau atau keputihan, nafsu makan yang berkurang, kotoran yang menempel pada bulu dekat anus, atau ayam yang bergerombol dibawah lampu. Cara mengatasinya kamu bisa menyiapkan daun rebusan pepaya, temu Ireng atau temu lawak, cara alami tersebut dikenal baik dalam memperlancar sistem pencernaan pada ayam kampung. 3. Tembolok Ayam Keras Jika anda sering memberikan makanan yang memiliki tekstur keras pada ayam, biasanya akan membuat tempat menyimpan makanan pada ayam juga menjadi keras, hak tersebut tentu akan membuat ayam menjadi kurang nyaman. Maka dari itu kurangi pemberian makanan yang memiliki tekstur keras pada ayam, cara lain untuk mengatasinya Anda bisa memberikan air rebusan pepaya karena bisa memperlancar pencernaan ayam. 4. Ayam Lumpuh Ayam juga bisa terkena lumpuh, hal umum yang menyebabkan ini biasanya adalah keadaan kandang yang lembab dan juga kurangnya asupan sinar matahari, cara alami dalam mengatasi ini kamu bisa memijat/mengurut pada bagian ayam yang bengkak, sambil diberikan minyak kayu putih. 5. Ayam Kanibal Jenis penyakit ini juga perlu diwaspadai karena dapat mengakibatkan kematian pada ayam, biasanya ini terjadi karena pemberian pakan yang tidak teratur atau karena keadaan kandang yang penuh sesak sehingga membuat ayam menjadi stress. Cara mengatasinya kamu tentu harus mulai memberikan makanan dan minum yang cukup pada ayam, pemberian yang teratur akan membuat ayam lebih baik, dan tentunya kurangi jumlah populasi ayam pada sstu kandang, keadaan buang terlalu banyak akan membuat ayam stress. Itulah beberapa ulasan terkait beberapa jenis ayam, walupun memiliki kekebalan yang cukup bagus, akan tetapi perawatan yang salah, kandang yang kotor akan membuat ayam ini terkena beberapa penyakit, maka dari itu perlu dibarengi dengan perawatan yang baik dan selalu menjaga kebersihan kandang ayam ini. Umumnya penyakit pada ayam kampung ini terjadi akibat virus atau bakteri yang menyerang pada ayam, maka dari itu selaku menjaga kebersihan ayam dan kandang akan sangat berguna untuk mencegah virus dan bakteri menyerang ayam, jika anda tertarik dengan jenis ayam ini tentu kamu juga mulai bisa membudidayakan ayam satu ini, karena pasar dari ayam satu ini memiliki peminat yang sangat banyak. Demikianlah yang bisa saya ucapkan mengenai Jenis Penyakit Ayam Kampung dan Cara Mengatasinya. Semoga bisa bermanfaat ya. Baca Juga Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Potong
jenis penyakit ayam dan obatnya